Karena Terbatas Anggaran, Ujian Nasioan (Un) 2017 Akan Dikaji Ulang

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy mengatakan pihaknya saat ini sedang melakukan pengkajian pelaksanaan Ujian Nasional (UN).

"Untuk UN, kami melakukan kajian internal. Kami akan lihat manfaatnya, karena terbatasnya anggaran. Apalagi tahun depan, banyak plan prioritas lainnya," ujar Mendikbud saat rapat dengar pendapat dengan Komisi X Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) di Jakarta, Selasa malam.




Pelaksanaan United Nations dikaji ulang karena saat ini United Nations tak lagi menjadi penentu kelulusan.

Pada 2016, besarnya anggaran untuk mengadakan dan mendistribusikan naskah United Nations 2016 ini mencapai Rp94 miliar.

Selain juga diselenggarakan United Nations Perbaikan bagi anak yang ingin memperbaiki nilai UN.

Dalam kesempatan tersebut, Komisi X DPR menyetujui pagu anggaran Kemdikbud pada Rancangan Anggaran Pendapatan Belanja Negara (RAPBN) 2017 sebesar Rp39,823 triliun.

Jumlah tersebut sama persis dengan anggaran yang disampaikan oleh Kemdikbud.

"Di sejumlah kementerian memang terjadi pengurangan anggaran. Tapi khusus untuk pendidikan, karena menjaga konstitusi maka Banggar memutuskan Kemdikbud tidak mengalami pengurangan serupiah pun," kata anggota Komisi X DPR, I Wayan Koster.

Sejumlah pemerhati juga meminta agar pelaksanaan United Nations Perbaikan juga ditinjau ulang karena dinilai menghamburkan uang.


"Kalau sedang efisiensi, maka plan penting yang harus diprioritaskan. United Nations Perbaikan harus ditinjau ulang, karena plan yang mubadzir," kata pemerhati pendidikan dari Universitas Pendidikan Indonesia, Said Hamid Hasan. (antara)



= Baca Juga =



0 Comments

Post a Comment